Kenali Fakta Penting dari Kasus Thalassemia pada Anak


Anak-anak juga dapat mengalami kelainan darah akibat mutasi genetik. Kasus thalassemia pada anak memang menjadi perhatian karena gejala yang ditimbulkan dengan metode pengobatan yang harus dilakukan masih sangat berat untuk anak sejak lahir. Untuk itu, perlu penanganan tepat sejak awal agar kondisi anak tetap stabil. Inilah berbagai fakta penting yang perlu diketahui terkait thalassemia yang dialami anak-anak.

  1. Transfusi Darah adalah Terapi Utama
https://doy9lykf9ter0.cloudfront.net/photo/5cb5b3f31279b40c322f1c12_l

Sebenarnya, memang belum ada obat yang menyembuhkan penyakit menurun berupa kelainan pada darah yang disebabkan karena mutasi gen ini. Menurut pakar hematologi, seseorang yang mengidap thalassemia harus melakukan penambahan jumlah hemoglobin di dalam darah lewat metode transfusi. Selain belum ada obatnya, belum ada juga terapi yang mampu menyembuhkan penderita thalassemia. Karenanya, transfusi darah adalah terapi utama dalam menangani penyakit ini, termasuk ketika terjadi pada anak.

Transfusi darah ini dapat berlangsung terus menerus atau sewaktu-waktu, tergantung pada tipe thalassemia yang dialami serta kadar hemoglobin penderitanya. Menurut ahli, transfusi darah ini bertujuan meningkatkan hemoglobin di dalam tubuh. Sangat penting bagi penderita dalam menjaga kadar hemoglobin agar berada pada keadaan normal (10-11 g/dl). Pasalnya, hemoglobin yang berada di bawah kadar tersebut lama-kelamaan akan merusak bagian tubuh yang menghasilkan darah merah yaitu sumsung tulang belakang. Kadar hemoglobin yang normal juga sangat penting menjaga pertumbuhan tetap normal.

  1. Berpotensi Terjadi Penumpukan Zat Besi

Dalam memproduksi hemoglobin lebih banyak, tubuh pasti menyerap lebih banyak zat besi yang terutama diperoleh dari transfusi darah. Setelah sekian lama, bisa timbul efek samping berupa penumpukan zat besi yang menjadi persoalan.

Penumpukan zat besi ini dapat menyebabkan tertundanya masa pubertas. Bahkan dalam beberapa kasus thalassemia pada anak, pubertas tidak terjadi sama sekali akibat terganggunya sistem hormon tubuh. Tubuh juga menjadi lebih rentan terserang infeksi karena rusaknya jaringan lunak, terutama pada organ hati dan limpa.

  1. Mengalami Kelainan Tulang

Thalasemia pada anak juga dapat menyebabkan kelainan pada tulang. Menurut studi, kekurangan hemoglobin yang dialami anak-anak penderita thalasemia mayor akan membuat tubuhnya memproduksi sumsum tulang yang lebih banyak dari biasanya. Sebenarnya, cara ini merupakan reaksi tubuh yang berusaha mengatasi kekurangan hemoglobin. Akan tetapi, justru hal inilah yang nantinya mengakibatkan pertumbuhan tulang yang tidak wajar, misalnya kelainan bentuk kerangka tulang.

  1. Keterlambatan Pembentukan Hemoglobin

Sudah diketahui sebabnya bahwa thalassemia pada anak juga disebabkan oleh mutasi gen yang bisa merusak hemoglobin. Struktur hemoglobin yang tidak normal ini sangat berpengaruh pada pengikatan oksigen yang memengaruhi kerja organ tubuh.

Pada dasarnya, bayi yang baru lahir memang mempunyai hemoglobin yang berbeda dengan hemoglobin normal yang disebut fetal hemoglobin. Nantinya, hemoglobin normal akan menggantikan fetal hemoglobin ini yaitu saat si kecil sudah menginjak usia enam bulan. Berbeda halnya dengan bayi yang mengidap thalassemia baru akan mengalami gejala setelah usianya enam bulan ke atas. Keterlambatan dalam pembentukan hemoglobin normal ini menjadi suatu persoalan.

  1. Mengalami Gejala yang Berbeda
Image result for wajah pucat

Jika anak yang masih berusia dini mendadak berwajah pucat, lesu, atau perutnya membuncit, ibu perlu waspada. Sebaiknya, segeralah membawanya ke dokter demi memastikan kondisi kesehatannya. Hal ini sangat penting untuk memastikan kondisi anak yang berisiko terkena anemia atau justru thalassemia.

Yang wajib diingat, gejala thalasemia pada anak tidak hanya ditandai dengan anemia parah yang dialami, namun juga disertai dengan gejala penyerta. Gejala ini bisa sama atau bisa berbeda satu sama lain. Perbedaannya tergantung dari tingkat keparahan dan jenis thalasemia yang diderita (alfa atau beta) dan minor atau mayor.

Fakta penting di atas sangat membantu dalam mengetahui tindakan yang tepat beserta dengan efek samping yang mungkin ditimbulkan. Gejala thalassemia pada anak juga perlu diketahui agar bisa mendeteksi kondisi anak. Segera setelah itu, memeriksakan anak ke dokter sangat penting dilakukan agar mendapatkan pengobatan untuk mengurangi gejalanya. Bagaimanapun juga, sampai saat ini belum ditemukan cara menyembuhkan thalassemia ini.

Sumber Artikel:

www.halodoc.com

www.motherandbaby.co.id

www.nutriclub.co.id

Sumber Gambar:

mommyasia.id

bobo.grid.id

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>